๐ฎKamis, 02 Maret 2017
๐ด Mau Lari Ke Manakah Kita?
๐Ustadz Syaikhul Muqorrobin (Ketua Umum Kajian Online Hamba Allah)
〰๐บ〰๐บ〰๐บ〰๐บ〰๐บ〰๐บ〰๐บ〰
Diceritakan, di zaman Nabi Dawud 'Alayhissalam, ada seorang menteri bernama Jalil al-Qadri.
Ketika Nabi Dawud `Alayhissalam meninggal, ia menjadi menteri di era Sulaiman bin Dawud `Alayhissalam.
Di suatu pagi, Sulaiman `Alayhissalam mengadakan majelis bersama dengan menteri ini. Kemudian seorang laki-laki masuk memberi salam dan berbicara sesuatu kepada Nabi Sulaiman `Alayhissalam. Lelaki ini memandang dengan tajam kepada Jalil, sang menteri, sehingga ia ketakutan. Ketika lelaki tersebut keluar dari majelis, sang menteri bertanya kepada Sulaiman `alayhissalam, "Wahai Nabi Allah, siapakah lelaki yang barusan keluar tadi? Sungguh pandangan matanya membuatku takut".
Nabi Sulaiman `Alayhissalam menjawab, "Ia adalah malaikat maut yang menjelma manusia. Ia mendatangiku". Seketika itu gemetarlah sang menteri dan menangis. Kepada Nabi Sulaiman `Alayhissalam ia berkata, "Wahai Nabi Allah, demi Allah aku memohon kepadamu agar kau perintahkan angin bertiup membawaku ke tempat yang paling jauh, ke India".
Nabi Sulaiman `Alayhissalam pun memenuhinya. Sang menteri pun terbang ditiup angin.
Keesokan harinya, malaikat maut datang kembali ke hadapan Nabi Sulaiman `Alayhissalam sebagaimana kemarin. Nabi Sulaiman `Alayhissalam berkata, "Kemarin engkau telah membuat sahabatku gemetar. Mengapa engkau menatapnya begitu tajam?"
Malaikat itu berkata, "Wahai Nabi Allah, aku mendatangimu di pagi hari. Aku terkejut mengetahui orang itu masih bersamamu di sini, padahal Allah telah memerintahkanku mencabut nyawanya selepas Zhuhur di India."
"Lalu apa yang engkau lakukan?" tanya Sulaiman `Alayhissalam. "Aku pergi ke tempat yang Allah perintahkan kepadaku untuk mencabut nyawanya di sana. Ternyata kudapati ia telah menungguku, lalu aku cabut nyawanya," jawab sang malaikat.
ُْูู ุฅَِّู ุงْูู
َْูุชَ ุงَّูุฐِู ุชَِูุฑَُّูู ู
ُِْูู َูุฅَُِّูู ู
َُูุงُِูููู
ْ ุซُู
َّ ุชُุฑَุฏَُّูู ุฅَِูู ุนَุงِูู
ِ ุงْูุบَْูุจِ َูุงูุดََّูุงุฏَุฉِ ََُูููุจِّุฆُُูู
ุจِู
َุง ُููุชُู
ْ ุชَุนْู
ََُููู
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (al-Jumuah: 8)
Ah, mau lari ke mana sih kita?.
------------
Maraji` : "Parit Kematian", DR. Muhammad bin Abdurrahman al-Uraifi
๐ฟ๐ด๐ฟ๐ด๐ฟ๐ด๐ฟ๐ด๐ฟ๐ด๐ฟ๐ด๐ฟ๐ด๐ฟ
Div BBnA-HA/A/191/02/III/2017
===================================
๐ข Diperkenankan menshare artikel ini ke semua medsos jika dirasa bermanfaat tetapi dengan tetap mencantumkan narasumber aslinya, www.hambaAllah.net
Follow us
๐ค twitter : @kajianonline_HA
๐ฅ fb : KAJIAN ON LINE-HAMBA ALLAH
๐ Web : www.hambaAllah.net
๐ท IG : @hambaallah_official
๐ Join kajian HA via telegram๐๐ป
klik Bit.ly/kajian_HA
Ayo kirim karyamu;
๐ฐ๐ฝ Akhwat
๐ฑ Bunda Mien +6285240199996
๐ฑ Welly +6285263868356
๐ณ๐ฝ Ikhwan
๐ฑRifa'i +6281281883935
๐ฑJaka +6285716479466
๐นposted by
๐ฆEmbunPagi
www.hambaAllah.net
About Red Cross and Nursing Educate, Science and Many More | let's Join Here :)
Kamis, 02 Maret 2017
Rabu, 01 Maret 2017
Filosofi Kopi dan Kenikmatan Dunia
Suatu sore hujan turun di sebuah pesantren. Kyai nan bijak meminta seorang santri membuatkan minuman kopi.
*Kyai :* Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.
*Santri :* Baik, kyai.
Tidak berapa lama, sang santri sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya beserta sendok kecil.
*Kyai :* Cobalah kamu rasakan kopimu , bagaimana rasa kopimu?
*Santri :* Kyai, rasanya sangat pahit sekali.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* sangat manis sekali, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Terlalu manis. Malah tidak enak, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Aduh kyai, rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, kyai.
*Kyai :* Ketahuilah santriku, jika rasa pahit kopi ibarat kefakiran hidup kita dan rasa manis gula ibarat harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa santriku?
Sejenak sang santri termenung, lalu menjawab.
*Santri :* Ya kyai, sekarang saya tahu, kenikmatan hidup dapat aku rasakan jika aku dapat merasakan hidup seperlunya, tidak melampaui batas. Terimakasih atas pelajaran ini, kyai.
*Kyai :* Ayo santriku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini.
Sang santri lalu mengerjakan perintah kyai.
*Kyai :* Bagaimana rasanya?
*Santri :* rasanya nikmat, kyai...
*Kyai :* Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan yang fakir.
*Santri :* Terima kasih atas petuahnya, kyai. Saya faham sekarang.
*Selamat ngopi*
*Kyai :* Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.
*Santri :* Baik, kyai.
Tidak berapa lama, sang santri sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya beserta sendok kecil.
*Kyai :* Cobalah kamu rasakan kopimu , bagaimana rasa kopimu?
*Santri :* Kyai, rasanya sangat pahit sekali.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* sangat manis sekali, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Terlalu manis. Malah tidak enak, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Aduh kyai, rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, kyai.
*Kyai :* Ketahuilah santriku, jika rasa pahit kopi ibarat kefakiran hidup kita dan rasa manis gula ibarat harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa santriku?
Sejenak sang santri termenung, lalu menjawab.
*Santri :* Ya kyai, sekarang saya tahu, kenikmatan hidup dapat aku rasakan jika aku dapat merasakan hidup seperlunya, tidak melampaui batas. Terimakasih atas pelajaran ini, kyai.
*Kyai :* Ayo santriku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini.
Sang santri lalu mengerjakan perintah kyai.
*Kyai :* Bagaimana rasanya?
*Santri :* rasanya nikmat, kyai...
*Kyai :* Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan yang fakir.
*Santri :* Terima kasih atas petuahnya, kyai. Saya faham sekarang.
*Selamat ngopi*
Isteri Shalihah Senangnya Dandan
[Tausiyah Pagi RumayshoCom, By: Muhammad Abduh Tuasikal]
ISTRI SHALIHAH SENANGNYA DANDAN
Namun di rumah loh, bukan di luar rumah.
Coba lihat contoh para sahabat wanita di masa Rasul berikut ini.
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,
َُّููุง ِูุณَุงุคَُูุง َูุฎْุชَุถَุจَْู ุจِุงَِّْูููู َูุฅِุฐَุง ุฃَุตْุจَุญَْู َูุชَุญَُْูู َูุชََูุถَّุฃَْู َูุตَََّْููู ุซُู َّ َูุฎْุชَุถَุจَْู ุจَุนْุฏَ ุงูุตَّูุงَุฉِ ، َูุฅِุฐَุง َูุงَู ุนِْูุฏَ ุงูุธُّْูุฑِ َูุชَุญَُْูู َูุชََูุถَّุฃَْู َูุตَََّْููู َูุฃَุญْุณََّู ุฎِุถَุงุจًุง َููุงَ َูู َْูุนُ ู َِู ุงูุตَّูุงَุฉِ
“Istri-istri kami punya kebiasaan memakai pewarna kuku di malam hari. Jika tiba waktu Shubuh, pewarna tersebut dihilangkan, lalu mereka berwudhu dan melaksanakan shalat. Setelah shalat Shubuh, mereka memakai pewarna lagi. Ketika tiba waktu Zhuhur, mereka menghilangkan pewarna tersebut, lalu mereka berwudhu dan melaksanakan shalat. Mereka mewarnai kuku dengan bagus, namun tidak menghalangi mereka untuk shalat.” (HR. Ad-Darimi, no. 1093. Syaikh Abu Malik menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih dalam Shahih Fiqh As-Sunnah li An-Nisa’, hlm. 419).
Baca selengkapnya masalah di atas dalam artikel RumayshoCom:
https://rumaysho.com/14032-istri-shalihah-senangnya-dandan.html
KESIMPULAN: Wanita shalihah itu senangnya berdandan di depan suaminya.
Istri di zaman kita bagaimana yah?
Moga para istri menjadi istri yang shalihah dan selalu menjadi penyejuk mata suaminya.
Tonton video kajian rutin Fikih Wanita di RumayshoTV:
# BAGAIMANA ISTRI SAHABAT MENGGUNAKAN PEWARNA KUKU
https://youtu.be/dkgEU-UCQnM
# HUKUM KOSMETIK DAN BEDAK KECANTIKAN
https://youtu.be/kxWW_K9zRDI
Untuk mendapatkan pemberitahuan video terbaru, jangan lupa subscribe atau berlangganan dengan channel Rumaysho TV, klik link:
https://youtube.com/rumayshoTV
Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.
---
Rumaysho.Com
Silakan SHARE!
ISTRI SHALIHAH SENANGNYA DANDAN
Namun di rumah loh, bukan di luar rumah.
Coba lihat contoh para sahabat wanita di masa Rasul berikut ini.
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,
َُّููุง ِูุณَุงุคَُูุง َูุฎْุชَุถَุจَْู ุจِุงَِّْูููู َูุฅِุฐَุง ุฃَุตْุจَุญَْู َูุชَุญَُْูู َูุชََูุถَّุฃَْู َูุตَََّْููู ุซُู َّ َูุฎْุชَุถَุจَْู ุจَุนْุฏَ ุงูุตَّูุงَุฉِ ، َูุฅِุฐَุง َูุงَู ุนِْูุฏَ ุงูุธُّْูุฑِ َูุชَุญَُْูู َูุชََูุถَّุฃَْู َูุตَََّْููู َูุฃَุญْุณََّู ุฎِุถَุงุจًุง َููุงَ َูู َْูุนُ ู َِู ุงูุตَّูุงَุฉِ
“Istri-istri kami punya kebiasaan memakai pewarna kuku di malam hari. Jika tiba waktu Shubuh, pewarna tersebut dihilangkan, lalu mereka berwudhu dan melaksanakan shalat. Setelah shalat Shubuh, mereka memakai pewarna lagi. Ketika tiba waktu Zhuhur, mereka menghilangkan pewarna tersebut, lalu mereka berwudhu dan melaksanakan shalat. Mereka mewarnai kuku dengan bagus, namun tidak menghalangi mereka untuk shalat.” (HR. Ad-Darimi, no. 1093. Syaikh Abu Malik menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih dalam Shahih Fiqh As-Sunnah li An-Nisa’, hlm. 419).
Baca selengkapnya masalah di atas dalam artikel RumayshoCom:
https://rumaysho.com/14032-istri-shalihah-senangnya-dandan.html
KESIMPULAN: Wanita shalihah itu senangnya berdandan di depan suaminya.
Istri di zaman kita bagaimana yah?
Moga para istri menjadi istri yang shalihah dan selalu menjadi penyejuk mata suaminya.
Tonton video kajian rutin Fikih Wanita di RumayshoTV:
# BAGAIMANA ISTRI SAHABAT MENGGUNAKAN PEWARNA KUKU
https://youtu.be/dkgEU-UCQnM
# HUKUM KOSMETIK DAN BEDAK KECANTIKAN
https://youtu.be/kxWW_K9zRDI
Untuk mendapatkan pemberitahuan video terbaru, jangan lupa subscribe atau berlangganan dengan channel Rumaysho TV, klik link:
https://youtube.com/rumayshoTV
Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.
---
Rumaysho.Com
Silakan SHARE!
Pilar Pilar Stabilitas Keamanan Negara
Asy-Syaikh Prof. DR. Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafizhahumallah
ุจِุณْู ِ ุงَِّููู ุงูุฑَّุญْู َِู ุงูุฑَّุญِูู ِ
✅ Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala dan shalawat serta salam kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, keluarga dan sahabat beliau, serta untaian doa dan ucapan terima kasih kepada panitia dan pengurus masjid, seluruh hadirin, terutama yang datang dari jauh, jazaahumullaahu khayron.
Marilah kita hadirkan dalam diri kita sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,
َูู َุง ุงุฌْุชَู َุนَ َْููู ٌ ِูู ุจَْูุชٍ ู ِْู ุจُُููุชِ ุงِููู، َูุชَُْููู ِูุชَุงุจَ ุงِููู، ََููุชَุฏَุงุฑَุณَُُููู ุจََُْูููู ْ، ุฅَِّูุง َูุฒََูุชْ ุนََِْูููู ِ ุงูุณََِّูููุฉُ، َูุบَุดَِูุชُْูู ُ ุงูุฑَّุญْู َุฉُ َูุญََّูุชُْูู ُ ุงْูู ََูุงุฆَِูุฉُ، َูุฐََูุฑَُูู ُ ุงُููู ِููู َْู ุนِْูุฏَู
"Dan tidaklah ada satu kaum yang berkumpul di rumah Allah; membaca kitab Allah dan saling mengajarkannya di antara mereka, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, dicurahkan kepada mereka rahmat, malaikat meliputi mereka dan Allah menyebut mereka di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya." [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu]
๐ URGENSI KEAMANAN NEGARA
Betapa urgennya keamanan suatu negeri, karena tidaklah mungkin kehidupan akan nyaman tanpa keamanan, maka ini menekankan kepada kita bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama, karena urusan agama maupun dunia tidak akan berjalan dengan baik tanpa keamanan, maka wajib bagi kaum muslimin untuk saling membantu dalam menjaga keamanan dan menjauh dari berbagai fitnah dan kekacauan.
๐ MENJAGA KEAMANAN ADALAH KONSEKUENSI KEIMANAN
Keamanan tanggung jawab setiap diri, karena menjaga keamanan adalah konsekuensi keimanan, barangsiapa yang tidak menjaga keamanan atau menyebabkan kekacauan maka dia telah menghilangkan bagian keimanan dari dirinya.
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
ุฃََูุง ุฃُุฎْุจِุฑُُูู ْ ุจِุงْูู ُุคْู ِِู ؟ ู َْู ุฃَู َُِูู ุงَّููุงุณُ ุนََูู ุฃَู َْูุงِِููู ْ َูุฃَُْููุณِِูู ْ، َูุงْูู ُุณِْูู ُ ู َْู ุณَِูู َ ุงَّููุงุณُ ู ِْู ِูุณَุงِِูู ََููุฏِِู، َูุงْูู ُุฌَุงِูุฏُ ู َْู ุฌَุงَูุฏَ َْููุณَُู ِูู ุทَุงุนَุฉِ ุงِููู، َูุงْูู َُูุงุฌِุฑُ ู َْู َูุฌَุฑَ ุงْูุฎَุทَุงَูุง َูุงูุฐَُّููุจَ
Maukah kalian aku kabarkan siapakah seorang mukmin?
• Mukmin (orang yang beriman) adalah seorang yang manusia merasa aman kepadanya atas harta dan jiwa mereka,
• Muslim (orang yang beragama Islam) adalah seorang yang manusia selamat dari lisan dan tangannya,
• Mujahid (orang yang berjihad) adalah seorang yang memerangi nafsunya agar taat kepada Allah,
• Muhajir (orang yang berhijrah) adalah seorang yang berhijrah meninggalkan kesalahan dan dosa.
[HR. Ahmad dari Fudhalah bin Ubaid radhiyallahu'anhu, Ash-Shahihah: 549]
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam juga bersabda dalam haji wada’,
َูุฅَِّู ุฏِู َุงุกَُูู ْ، َูุฃَู َْูุงَُููู ْ، َูุฃَุนْุฑَุงุถَُูู ْ، ุจََُْูููู ْ ุญَุฑَุงู ٌ، َูุญُุฑْู َุฉِ َْููู ُِูู ْ َูุฐَุง، ِูู ุดَْูุฑُِูู ْ َูุฐَุง، ِูู ุจََูุฏُِูู ْ َูุฐَุง
“Sesungguhnya darah-darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan-kehormatan kalian adalah haram (wajib dimuliakan) atas kalian, seperti mulianya hari kalian ini, di bulan kalian ini dan di negeri kalian ini.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Bakrah radhiyallahu’anhu]
Maka setiap muslim hendaklah mengingat bahwa dia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kewajiban menjaga keamanan. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ُُُّูููู ْ ุฑَุงุนٍ، َُُُّููููู ْ ู َุณْุฆٌُูู ุนَْู ุฑَุนَِّูุชِِู
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma]
๐ URGENSI BERDOA MEMOHON KEAMANAN KEPADA ALLAH ‘AZZA WA JALLA
Setiap waktu dan bulan berlalu kita mendambakan keamanan, maka hendaklah kita selalu berdoa kepada Allah untuk memohon keamanan, dan hendaklah kita selalu membaca doa yang sering dibaca Nabi shallallahu’alaihi wa sallam setiap pagi dan petang, sebuah doa yang kita butuhkan dan untuk meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, serta agar tidak terganggu dari segala sisi, apakah untuk diri kita, keluarga maupun masyarakat.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak pernah meninggal doa-doa ini setiap pagi dan petang,
ุงُูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุงْูุนَุงَِููุฉَ ِูู ุงูุฏَُّْููุง َูุงْูุขุฎِุฑَุฉِ، ุงُูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุงْูุนََْูู َูุงْูุนَุงَِููุฉَ ِูู ุฏِِููู َูุฏَُْููุงَู َูุฃَِْููู َูู َุงِูู، ุงُูููู َّ ุงุณْุชُุฑْ ุนَْูุฑَุงุชِู، َูุขู ِْู ุฑَْูุนَุงุชِู، ุงُูููู َّ ุงุญَْูุธِْูู ู ِْู ุจَِْูู َูุฏََّู، َูู ِْู ุฎَِْููู، َูุนَْู َูู ِِููู، َูุนَْู ุดِู َุงِูู، َูู ِْู َِْูููู، َูุฃَุนُูุฐُ ุจِุนَุธَู َุชَِู ุฃَْู ุฃُุบْุชَุงَู ู ِْู ุชَุญْุชِู
Allaahumma innii as-alukal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatika an ughtaala min tahtii.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pemaafan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku.” [HR. Ahmad dan Ibnu Hibban dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, At-Ta’liqootul Hisan: 957]
Juga doa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam setiap masuk awal bulan,
ุงُูููู َّ ุฃََُِّููู ุนَََْูููุง ุจِุงُْููู ِْู َูุงْูุฅِูู َุงِู، َูุงูุณَّูุงู َุฉِ َูุงْูุฅِุณْูุงู ِ، ุฑَุจِّู َูุฑَุจَُّู ุงُููู
Allaahumma ahillahu ‘alayna bil-yumni wal iman, was-salaamati wal Islaam. Rabbi wa Robbukallaah.
“Ya Allah anugerahkanlah kepada kami di bulan baru ini keberkahan dan keimanan, keselamatan dan keislaman. Rabbku dan Rabbmu adalah Allah.” [HR. Ahmad dari Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1816]
๐ HENDAKLAH BERUSAHA MENJAGA NIKMAT KEAMANAN
Setelah berdoa hendaklah kita berusaha menjaga sebab-sebab keamanan dan berhati-hati jangan merusak keamanan, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah berdoa agar tidak menjadi sebab orang lain terganggu,
ุงَُّูููู َّ ุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ุฃَْู ุฃَุถَِّู، ุฃَْู ุฃُุถََّู، ุฃَْู ุฃَุฒَِّู، ุฃَْู ุฃُุฒََّู، ุฃَْู ุฃَุธِْูู َ، ุฃَْู ุฃُุธَْูู َ، ุฃَْู ุฃَุฌََْูู، ุฃَْู ُูุฌََْูู ุนَََّูู
Allaahumma a’udzu bika an adhilla au udholla, au azilla au uzalla, au azhlima au uzhlama, au ajhala au yujhala ‘alayya.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari: aku tersesat atau aku menyesatkan, atau aku tergelincir atau aku digelincirkan, atau aku menzalimi atau aku dizalimi, atau aku berbuat bodoh atau dibodohi.” [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Ummu Salamah radhyallahu’anha, Al-Misykah: 2442]
๐ KEAMANAN ADALAH ANUGERAH DARI ALLAH
Keamanan adalah nikmat dan anugerah dari Allah ta’ala terhadap siapa yang Dia kehendaki. Allah ta’ala berfirman,
ุฃَََููู ْ ُูู َِّْูู َُููู ْ ุญَุฑَู ًุง ุขู ًِูุง ُูุฌْุจَู ุฅَِِْููู ุซَู َุฑَุงุชُ ُِّูู ุดَْูุกٍ ุฑِุฒًْูุง ู ِْู َูุฏَُّูุง َََِّูููู ุฃَْูุซَุฑَُูู ْ َูุง َูุนَْูู َُูู
“Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” [Al-Qoshosh: 57]
ุฃَََููู ْ َูุฑَْูุง ุฃََّูุง ุฌَุนََْููุง ุญَุฑَู ًุง ุขู ًِูุง َُููุชَุฎَุทَُّู ุงَّููุงุณُ ู ِْู ุญَِِْูููู ْ ุฃََูุจِุงْูุจَุงุทِِู ُูุคْู َُِููู َูุจِِูุนْู َุฉِ ุงَِّููู َُْูููุฑَُูู
“Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah?” [Al-‘Ankabut: 67]
Maka hendaklah kita mengharap, bergantung dan memohon keamanan hanya kepada Allah ‘azza wa jalla.
๐ KEIMANAN ADALAH KUNCI UTAMA MERAIH NIKMAT KEAMANAN
Keamanan dan keimanan sangat berhubungan, apabila keimanan menguat maka nikmat keamanan akan semakin besar kita rasakan,
ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง ََููู ْ َْููุจِุณُูุง ุฅِูู َุงَُููู ْ ุจِุธُْูู ٍ ุฃَُููุฆَِู َُููู ُ ุงْูุฃَู ُْู َُููู ْ ู ُْูุชَุฏَُูู
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan hidayah.” [Al-An’am: 82]
Allah ta’ala juga berfirman,
َูู َْู ุขู ََู َูุฃَุตَْูุญَ ََููุง ุฎٌَْูู ุนََِْูููู ْ ََููุง ُูู ْ َูุญْุฒََُููู
“Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” [Al-An’am: 48]
Perhatikanlah juga firman Allah ta’ala,
َูุนَุฏَ ุงَُّููู ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง ู ُِْููู ْ َูุนَู ُِููุง ุงูุตَّุงِูุญَุงุชِ ََููุณْุชَุฎََُِّْููููู ْ ِูู ุงْูุฃَุฑْุถِ َูู َุง ุงุณْุชَุฎََْูู ุงَّูุฐَِูู ู ِْู َูุจِِْููู ْ ََُูููู َََِّّููู َُููู ْ ุฏَُِูููู ُ ุงَّูุฐِู ุงุฑْุชَุถَู َُููู ْ ََُูููุจَุฏََُِّّูููู ْ ู ِْู ุจَุนْุฏِ ุฎَِِْูููู ْ ุฃَู ًْูุง َูุนْุจُุฏَُِูููู َูุง ُูุดْุฑَُِููู ุจِู ุดَْูุฆًุง َูู َْู ََููุฑَ ุจَุนْุฏَ ุฐََِูู َูุฃَُููุฆَِู ُูู ُ ุงَْููุงุณَُِููู
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [An-Nur: 55]
Maka hendaklah saling menolong dan menasihati untuk beriman kepada Allah dan beramal shalih agar menggapai nikmat keamanan, sebagaimana firman Allah ta’ala,
َูุงْูุนَุตْุฑِ, ุฅَِّู ุงْูุฅِْูุณَุงَู َِููู ุฎُุณْุฑٍ, ุฅَِّูุง ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง َูุนَู ُِููุง ุงูุตَّุงِูุญَุงุชِ َูุชََูุงุตَْูุง ุจِุงْูุญَِّู َูุชََูุงุตَْูุง ุจِุงูุตَّุจْุฑِ
“Demi massa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” [Al-‘Ashr: 1-3]
๐ MENGAPA NIKMAT KEAMANAN NEGERI BISA HILANG?
Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan bahaya hilangnya keimanan dan ketakwaan, akan menghilangkan nikmat keamanan, sebagaimana firman-Nya,
َูุถَุฑَุจَ ุงَُّููู ู َุซًَูุง َูุฑَْูุฉً َูุงَูุชْ ุขู َِูุฉً ู ُุทْู َุฆَِّูุฉً َูุฃْุชَِููุง ุฑِุฒَُْููุง ุฑَุบَุฏًุง ู ِْู ُِّูู ู ََูุงٍู َََูููุฑَุชْ ุจِุฃَْูุนُู ِ ุงَِّููู َูุฃَุฐَุงََููุง ุงَُّููู ِูุจَุงุณَ ุงْูุฌُูุนِ َูุงْูุฎَِْูู ุจِู َุง َูุงُููุง َูุตَْูุนَُูู
"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat.” [An-Nahl: 112]
๐ APABILA DIUJI DENGAN TERJADINYA FITNAH ‘KEKACAUAN’
1. JANGAN IKUT MENGOBARKAN FITNAH
Sahabat yang Mulia Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata,
َูุง ุชَُُููููุง ุนُุฌًُูุง ู َุฐَุงِููุนَ ุจُุฐُุฑًุง، َูุฅِْู ู ِْู َูุฑَุงุฆُِูู ْ ุจََูุงุกً ู ُุจَุฑِّุญًุง ู ُู ِْูุญًุง، َูุฃُู ُูุฑًุง ู ُุชَู َุงุญَِูุฉً ุฑُุฏُุญًุง
“Janganlah kalian tergesa-gesa, yang suka menyiarkan kejelekan, yang menjadi sumber kekacauan, karena sesungguhnya akan datang ujian yang memberatkan lagi menyulitkan, dan munculnya perkara-perkara fitnah yang panjang lagi besar.” [Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrod: 327]
Maka beliau memperingatkan tiga perkara ketika muncul fitnah:
Pertama: Jangan tergesa-gesa.
Sahabat yang Mulia Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu juga berkata,
ุฅََِّููุง ุณَุชَُُููู ุฃُู ُูุฑٌ ู ُุดْุชَุจَِูุงุชٌ، َูุนََُْูููู ْ ุจِุงูุชُุคَุฏَุฉِ، َูุฅََِّูู ุฃَْู ุชََُููู ุชَุงุจِุนًุง ِูู ุงْูุฎَْูุฑِ، ุฎَْูุฑًุง ู ِْู ุฃَْู ุชََُููู ุฑَุฃْุณًุง ِูู ุงูุดَّุฑِّ
“Sesungguhnya akan muncul perkara-perkara yang samar, maka hendaklah kalian pelan-pelan jangan tergesa-gesa, karena sungguh engkau menjadi pengikut dalam kebaikan lebih baik daripada pemimpin dalam kejelekan.” [Al-Ibanah Al-Kubro: 176]
Kedua: Jangan jadi tukang sebar berita, karena itu akan membesarkan fitnah.
Ketiga: Jangan menjadi sumber dan bibit kekacauan.
2. MERUJUK KEPADA ULAMA BESAR AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH
Jangan terlibat dalam fitnah, baik dengan memberi masukan, pendapat atau tindakan, akan tetapi hendaklah merujuk kepada ulama dan serahkan urusan ini kepada para ulama. Allah ta’ala berfirman,
َูุฅِุฐَุง ุฌَุงุกَُูู ْ ุฃَู ْุฑٌ ู َِู ุงْูุฃَู ِْู ุฃَِู ุงْูุฎَِْูู ุฃَุฐَุงุนُูุง ุจِِู ََْููู ุฑَุฏُُّูู ุฅَِูู ุงูุฑَّุณُِูู َูุฅَِูู ุฃُِููู ุงْูุฃَู ْุฑِ ู ُِْููู ْ َูุนَِูู َُู ุงَّูุฐَِูู َูุณْุชَْูุจِุทَُُููู ู ُِْููู ْ َََْููููุง َูุถُْู ุงَِّููู ุนََُْูููู ْ َูุฑَุญْู َุชُُู َูุงุชَّุจَุนْุชُู ُ ุงูุดَّْูุทَุงَู ุฅَِّูุง ًَِููููุง
“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Andaikan mereka menyerahkan urusannya kepada Rasul dan Ulil Amri (pemegang urusan dari kalangan umaro dan ulama) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” [An-Nisa’: 83]
[FAIDAH TAMBAHAN]
Al-‘Allamah Al-Mufassir Abdur Rahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,
ูุฐุง ุชุฃุฏูุจ ู ู ุงููู ูุนุจุงุฏู ุนู ูุนููู ูุฐุง ุบูุฑ ุงููุงุฆู. ูุฃูู ููุจุบู ููู ุฅุฐุง ุฌุงุกูู ุฃู ุฑ ู ู ุงูุฃู ูุฑ ุงูู ูู ุฉ ูุงูู ุตุงูุญ ุงูุนุงู ุฉ ู ุง ูุชุนูู ุจุงูุฃู ู ูุณุฑูุฑ ุงูู ุคู ููู، ุฃู ุจุงูุฎูู ุงูุฐู ููู ู ุตูุจุฉ ุนูููู ุฃู ูุชุซุจุชูุง ููุง ูุณุชุนุฌููุง ุจุฅุดุงุนุฉ ุฐูู ุงูุฎุจุฑ، ุจู ูุฑุฏููู ุฅูู ุงูุฑุณูู ูุฅูู ุฃููู ุงูุฃู ุฑ ู ููู ، ุฃِูู ุงูุฑุฃู ูุงูุนูู ูุงููุตุญ ูุงูุนูู ูุงูุฑุฒุงูุฉ، ุงูุฐูู ูุนุฑููู ุงูุฃู ูุฑ ููุนุฑููู ุงูู ุตุงูุญ ูุถุฏูุง. ูุฅู ุฑุฃูุง ูู ุฅุฐุงุนุชู ู ุตูุญุฉ ููุดุงุทุง ููู ุคู ููู ูุณุฑูุฑุง ููู ูุชุญุฑุฒุง ู ู ุฃุนุฏุงุฆูู ูุนููุง ุฐูู. ูุฅู ุฑุฃูุง ุฃูู ููุณ ููู ู ุตูุญุฉ ุฃู ููู ู ุตูุญุฉ ูููู ู ุถุฑุชู ุชุฒูุฏ ุนูู ู ุตูุญุชู، ูู ูุฐูุนูู، ูููุฐุง ูุงู: { َูุนَِูู َُู ุงَّูุฐَِูู َูุณْุชَْูุจِุทَُُููู ู ُِْููู ْ } ุฃู: ูุณุชุฎุฑุฌููู ุจููุฑูู ูุขุฑุงุฆูู ุงูุณุฏูุฏุฉ ูุนููู ูู ุงูุฑุดูุฏุฉ.
“Ini adalah pengajaran adab dari Allah ta’ala bagi hamba-hamba-Nya atas perbuatan mereka (tergesa-gesa menyebarkan berita-berita dan mengambil sikap, pen) yang tidak layak. Padahal yang seharusnya mereka lakukan, apabila datang kepada mereka berita tentang urusan besar dan berhubungan dengan kemaslahatan umum, yaitu yang berkaitan dengan keamanan dan perkara yang menyenangkan kaum mukminin atau ketakutan yang di dalamnya terkandung musibah atas mereka, maka hendaklah mereka melakukan tatsabbut (memastikan beritanya) dan tidak tergesa-gesa menyiarkan berita tersebut.
Akan tetapi hendaklah mereka kembalikan urusan itu kepada Rasul dan Ulil amri (pemegang urusan dari kalangan umaro dan orang-orang berilmu) di antara mereka, yaitu orang-orang yang memiliki pandangan, memiliki ilmu, memiliki nasihat (yakni yang pantas menasihati dalam masalah umum, pen), memiliki akal dan memiliki ketenangan (tidak tergesa-gesa dalam memutuskan). Merekalah yang mengetahui kemaslahatan dan kemudaratan.
Maka jika mereka memandang dalam penyiaran berita tersebut terdapat kemaslahatan, kemajuan dan kegembiraan terhadap kaum muslimin dan penjagaan dari musuh-musuh mereka, baru kemudian boleh disebarkan. Namun jika mereka memandang dalam penyiarannya tidak mengandung maslahat sama sekali, atau terdapat maslahat akan tetapi kemudaratannya lebih besar, maka mereka tidak menyiarkan berita tersebut. Oleh karena itu Allah ta’ala mengatakan, “Tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri),” yakni, orang-orang yang mau mencari kebenaran dapat mengambilnya dari pemikiran dan pandangan mereka yang benar serta ilmu-ilmu mereka yang terbimbing.”
Beliau rahimahullah juga berkata,
ููู ูุฐุง ุฏููู ููุงุนุฏุฉ ุฃุฏุจูุฉ ููู ุฃูู ุฅุฐุง ุญุตู ุจุญุซ ูู ุฃู ุฑ ู ู ุงูุฃู ูุฑ ููุจุบู ุฃู َّูููู ู َْู ูู ุฃูู ูุฐูู ููุฌุนู ุฅูู ุฃููู، ููุง ูุชูุฏู ุจูู ุฃูุฏููู ، ูุฅูู ุฃูุฑุจ ุฅูู ุงูุตูุงุจ ูุฃุญุฑู ููุณูุงู ุฉ ู ู ุงูุฎุทุฃ. ูููู ุงูููู ุนู ุงูุนุฌูุฉ ูุงูุชุณุฑุน ููุดุฑ ุงูุฃู ูุฑ ู ู ุญูู ุณู ุงุนูุง، ูุงูุฃู ุฑ ุจุงูุชุฃู ู ูุจู ุงูููุงู ูุงููุธุฑ ููู، ูู ูู ู ุตูุญุฉ، ُْูููุฏِู ุนููู ุงูุฅูุณุงู؟ ุฃู ูุงููุญุฌู ุนูู؟
Dan dalam ayat ini terdapat dalil bagi kaidah adab, yaitu apabila terjadi pembahasan suatu permasalahan maka hendaklah diserahkan kepada ahlinya. Hendaklah diserahkan kepada orang yang berhak membahasnya, dan janganlah (orang yang jahil atau tidak mengerti urusan, pen) mendahului mereka, karena sikap seperti ini lebih dekat kepada kebenaran dan lebih dapat menyelamatkan dari kesalahan.
Dalam ayat ini juga terdapat larangan tergesa-gesa dan terburu-buru untuk menyebarkan suatu berita setelah mendengarkan berita tersebut. Dan (dalam ayat ini) terdapat perintah untuk meneliti dan mempelajari dengan baik sebelum berbicara; apakah pembicaraannya itu adalah kemaslahatan sehingga boleh dia lakukan? Ataukah mengandung kemudaratan sehingga patut dijauhi?”
[Taysirul Kariimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan, hal, 184, Maktabah Al-Ma’arif Riyadh]
3. MENINGKATKAN IBADAH
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ุงْูุนِุจَุงุฏَุฉُ ِูู ุงَْููุฑْุฌِ َِููุฌْุฑَุฉٍ ุฅََِّูู
“Beribadah di masa fitnah seperti berhijrah kepadaku.” [HR. Muslim dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu’anhu]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
ุณُุจْุญَุงَู ุงَِّููู ู َุงุฐَุง ุฃُْูุฒَِู ุงََّْููููุฉَ ู َِู ุงِููุชَْูุฉِ، ู َุงุฐَุง ุฃُْูุฒَِู ู َِู ุงูุฎَุฒَุงุฆِِู، ู َْู ُِูููุธُ ุตََูุงุญِุจَ ุงูุญُุฌُุฑَุงุชِ؟ َูุง ุฑُุจَّ َูุงุณَِูุฉٍ ِูู ุงูุฏَُّْููุง ุนَุงุฑَِูุฉٍ ِูู ุงูุขุฎِุฑَุฉِ
“Subhaanallah, fitnah apakah yang turun semalam, perbendaharaan apakah yang telah turun, siapakah yang mau membangunkan istri-istriku untuk beribadah? Bisa jadi orang yang berpakaian di dunia, telanjang di akhirat.” [HR. Al-Bukhari dari Ummu Salamah radhiyallahu’anha]
4. BANYAK BERDOA TERUTAMA DI SEPERTIGA MALAM YANG TERAKHIR
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
َْููุฒُِู ุฑَุจَُّูุง ุชَุจَุงุฑََู َูุชَุนَุงَูู َُّูู ََْูููุฉٍ ุฅَِูู ุงูุณَّู َุงุกِ ุงูุฏَُّْููุง ุญَِูู َูุจَْูู ุซُُูุซُ ุงَِّْูููู ุงูุขุฎِุฑُ ََُُููููู ู َْู َูุฏْุนُِููู َูุฃَุณْุชَุฌِูุจَ َُูู َูู َْู َูุณْุฃَُِููู َูุฃُุนْุทَُِูู َูู َْู َูุณْุชَุบِْูุฑُِูู َูุฃَุบِْูุฑَ َُูู
“Rabb kita tabaaraka wa ta’ala turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir seraya berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku jawab do’anya, siapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku kabulkan permintaannya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku maka akan Aku ampuni dia.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
✒ (Insya Allah bersambung di sini...)
✍ Ringkasan Tabligh Akbar PILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARA di Masjid Istiqlal, Jakarta Indonesia, 29 Jumadil Awwal 1438 / 26 Feb 2017.
๐ป Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/754675854681899:0
✍ Ringkasan Tabligh Akbar Sebelumnya: "Mencintai Wali-wali Allah" di Masjid Istiqlal, Jakarta Indonesia, 25 Jumadal Akhirah 1437 / 3 April 2016.
๐ป Link: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/592089984273821:0
✍ Peringkas: Sofyan Chalid bin Idham Ruray -ghafarallaahu lahu wa 'afaa 'anhu (semoga Allah mengampuni dan memaafkannya)-.
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
๐ฎ Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
๐ฒ Gabung Group WA: 08111377787
๐ Fb: www.fb.com/taawundakwah
๐ Web: www.taawundakwah.com
๐ฑ Android: http://bit.ly/1FDlcQo
๐ฌ Youtube: Ta’awun Dakwah
๐ Hastag: #Petuah_Ulama
[26/2 19.23] Muhammad Al Fatih: *ุจุณู ุงููู ุงูุฑุญู ู ุงูุฑุญูู *
Punya ๐ฒ lihat orang naik ๐ต, enaknya cepet sampai tujuan
Punya ๐ต lihat orang naik ๐, enaknya ndak kepanasan dan kehujanan
Punya ๐ lihat pesawat ๐, kpn aku punya seperti itu
Lihat, lihat dan lihat
๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ
ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ ، ุนَْู ุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ، َูุงَู : " ุฅِุฐَุง َูุธَุฑَ ุฃَุญَุฏُُูู ْ ุฅَِูู ู َْู ُูุถَِّู ุนََِْููู ِูู ุงْูู َุงِู َูุงْูุฎَِْูู ، ََْْููููุธُุฑْ ุฅَِูู ู َْู َُูู ุฃَุณََْูู ู ُِْูู
Apabila seorang dr kalian melihat orang lain yg dilebihkan dalam hal harta dan keperawakan, hendaklah dia melihat orang yg ada dibawahnya
*Lihat kebawah biar syukur atas nikmat Allah*
Wallahu a'lam
Telaah:
Shahih Bukhari
Cari pembimbing belajar bahasa Arab/les/private
Cal: 089608874817 (WA & SMS)
ุจِุณْู ِ ุงَِّููู ุงูุฑَّุญْู َِู ุงูุฑَّุญِูู ِ
✅ Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala dan shalawat serta salam kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, keluarga dan sahabat beliau, serta untaian doa dan ucapan terima kasih kepada panitia dan pengurus masjid, seluruh hadirin, terutama yang datang dari jauh, jazaahumullaahu khayron.
Marilah kita hadirkan dalam diri kita sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,
َูู َุง ุงุฌْุชَู َุนَ َْููู ٌ ِูู ุจَْูุชٍ ู ِْู ุจُُููุชِ ุงِููู، َูุชَُْููู ِูุชَุงุจَ ุงِููู، ََููุชَุฏَุงุฑَุณَُُููู ุจََُْูููู ْ، ุฅَِّูุง َูุฒََูุชْ ุนََِْูููู ِ ุงูุณََِّูููุฉُ، َูุบَุดَِูุชُْูู ُ ุงูุฑَّุญْู َุฉُ َูุญََّูุชُْูู ُ ุงْูู ََูุงุฆَِูุฉُ، َูุฐََูุฑَُูู ُ ุงُููู ِููู َْู ุนِْูุฏَู
"Dan tidaklah ada satu kaum yang berkumpul di rumah Allah; membaca kitab Allah dan saling mengajarkannya di antara mereka, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, dicurahkan kepada mereka rahmat, malaikat meliputi mereka dan Allah menyebut mereka di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya." [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu]
๐ URGENSI KEAMANAN NEGARA
Betapa urgennya keamanan suatu negeri, karena tidaklah mungkin kehidupan akan nyaman tanpa keamanan, maka ini menekankan kepada kita bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama, karena urusan agama maupun dunia tidak akan berjalan dengan baik tanpa keamanan, maka wajib bagi kaum muslimin untuk saling membantu dalam menjaga keamanan dan menjauh dari berbagai fitnah dan kekacauan.
๐ MENJAGA KEAMANAN ADALAH KONSEKUENSI KEIMANAN
Keamanan tanggung jawab setiap diri, karena menjaga keamanan adalah konsekuensi keimanan, barangsiapa yang tidak menjaga keamanan atau menyebabkan kekacauan maka dia telah menghilangkan bagian keimanan dari dirinya.
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
ุฃََูุง ุฃُุฎْุจِุฑُُูู ْ ุจِุงْูู ُุคْู ِِู ؟ ู َْู ุฃَู َُِูู ุงَّููุงุณُ ุนََูู ุฃَู َْูุงِِููู ْ َูุฃَُْููุณِِูู ْ، َูุงْูู ُุณِْูู ُ ู َْู ุณَِูู َ ุงَّููุงุณُ ู ِْู ِูุณَุงِِูู ََููุฏِِู، َูุงْูู ُุฌَุงِูุฏُ ู َْู ุฌَุงَูุฏَ َْููุณَُู ِูู ุทَุงุนَุฉِ ุงِููู، َูุงْูู َُูุงุฌِุฑُ ู َْู َูุฌَุฑَ ุงْูุฎَุทَุงَูุง َูุงูุฐَُّููุจَ
Maukah kalian aku kabarkan siapakah seorang mukmin?
• Mukmin (orang yang beriman) adalah seorang yang manusia merasa aman kepadanya atas harta dan jiwa mereka,
• Muslim (orang yang beragama Islam) adalah seorang yang manusia selamat dari lisan dan tangannya,
• Mujahid (orang yang berjihad) adalah seorang yang memerangi nafsunya agar taat kepada Allah,
• Muhajir (orang yang berhijrah) adalah seorang yang berhijrah meninggalkan kesalahan dan dosa.
[HR. Ahmad dari Fudhalah bin Ubaid radhiyallahu'anhu, Ash-Shahihah: 549]
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam juga bersabda dalam haji wada’,
َูุฅَِّู ุฏِู َุงุกَُูู ْ، َูุฃَู َْูุงَُููู ْ، َูุฃَุนْุฑَุงุถَُูู ْ، ุจََُْูููู ْ ุญَุฑَุงู ٌ، َูุญُุฑْู َุฉِ َْููู ُِูู ْ َูุฐَุง، ِูู ุดَْูุฑُِูู ْ َูุฐَุง، ِูู ุจََูุฏُِูู ْ َูุฐَุง
“Sesungguhnya darah-darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan-kehormatan kalian adalah haram (wajib dimuliakan) atas kalian, seperti mulianya hari kalian ini, di bulan kalian ini dan di negeri kalian ini.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Bakrah radhiyallahu’anhu]
Maka setiap muslim hendaklah mengingat bahwa dia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kewajiban menjaga keamanan. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ُُُّูููู ْ ุฑَุงุนٍ، َُُُّููููู ْ ู َุณْุฆٌُูู ุนَْู ุฑَุนَِّูุชِِู
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma]
๐ URGENSI BERDOA MEMOHON KEAMANAN KEPADA ALLAH ‘AZZA WA JALLA
Setiap waktu dan bulan berlalu kita mendambakan keamanan, maka hendaklah kita selalu berdoa kepada Allah untuk memohon keamanan, dan hendaklah kita selalu membaca doa yang sering dibaca Nabi shallallahu’alaihi wa sallam setiap pagi dan petang, sebuah doa yang kita butuhkan dan untuk meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, serta agar tidak terganggu dari segala sisi, apakah untuk diri kita, keluarga maupun masyarakat.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak pernah meninggal doa-doa ini setiap pagi dan petang,
ุงُูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุงْูุนَุงَِููุฉَ ِูู ุงูุฏَُّْููุง َูุงْูุขุฎِุฑَุฉِ، ุงُูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุงْูุนََْูู َูุงْูุนَุงَِููุฉَ ِูู ุฏِِููู َูุฏَُْููุงَู َูุฃَِْููู َูู َุงِูู، ุงُูููู َّ ุงุณْุชُุฑْ ุนَْูุฑَุงุชِู، َูุขู ِْู ุฑَْูุนَุงุชِู، ุงُูููู َّ ุงุญَْูุธِْูู ู ِْู ุจَِْูู َูุฏََّู، َูู ِْู ุฎَِْููู، َูุนَْู َูู ِِููู، َูุนَْู ุดِู َุงِูู، َูู ِْู َِْูููู، َูุฃَุนُูุฐُ ุจِุนَุธَู َุชَِู ุฃَْู ุฃُุบْุชَุงَู ู ِْู ุชَุญْุชِู
Allaahumma innii as-alukal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatika an ughtaala min tahtii.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pemaafan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku.” [HR. Ahmad dan Ibnu Hibban dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, At-Ta’liqootul Hisan: 957]
Juga doa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam setiap masuk awal bulan,
ุงُูููู َّ ุฃََُِّููู ุนَََْูููุง ุจِุงُْููู ِْู َูุงْูุฅِูู َุงِู، َูุงูุณَّูุงู َุฉِ َูุงْูุฅِุณْูุงู ِ، ุฑَุจِّู َูุฑَุจَُّู ุงُููู
Allaahumma ahillahu ‘alayna bil-yumni wal iman, was-salaamati wal Islaam. Rabbi wa Robbukallaah.
“Ya Allah anugerahkanlah kepada kami di bulan baru ini keberkahan dan keimanan, keselamatan dan keislaman. Rabbku dan Rabbmu adalah Allah.” [HR. Ahmad dari Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1816]
๐ HENDAKLAH BERUSAHA MENJAGA NIKMAT KEAMANAN
Setelah berdoa hendaklah kita berusaha menjaga sebab-sebab keamanan dan berhati-hati jangan merusak keamanan, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah berdoa agar tidak menjadi sebab orang lain terganggu,
ุงَُّูููู َّ ุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ุฃَْู ุฃَุถَِّู، ุฃَْู ุฃُุถََّู، ุฃَْู ุฃَุฒَِّู، ุฃَْู ุฃُุฒََّู، ุฃَْู ุฃَุธِْูู َ، ุฃَْู ุฃُุธَْูู َ، ุฃَْู ุฃَุฌََْูู، ุฃَْู ُูุฌََْูู ุนَََّูู
Allaahumma a’udzu bika an adhilla au udholla, au azilla au uzalla, au azhlima au uzhlama, au ajhala au yujhala ‘alayya.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari: aku tersesat atau aku menyesatkan, atau aku tergelincir atau aku digelincirkan, atau aku menzalimi atau aku dizalimi, atau aku berbuat bodoh atau dibodohi.” [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Ummu Salamah radhyallahu’anha, Al-Misykah: 2442]
๐ KEAMANAN ADALAH ANUGERAH DARI ALLAH
Keamanan adalah nikmat dan anugerah dari Allah ta’ala terhadap siapa yang Dia kehendaki. Allah ta’ala berfirman,
ุฃَََููู ْ ُูู َِّْูู َُููู ْ ุญَุฑَู ًุง ุขู ًِูุง ُูุฌْุจَู ุฅَِِْููู ุซَู َุฑَุงุชُ ُِّูู ุดَْูุกٍ ุฑِุฒًْูุง ู ِْู َูุฏَُّูุง َََِّูููู ุฃَْูุซَุฑَُูู ْ َูุง َูุนَْูู َُูู
“Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” [Al-Qoshosh: 57]
ุฃَََููู ْ َูุฑَْูุง ุฃََّูุง ุฌَุนََْููุง ุญَุฑَู ًุง ุขู ًِูุง َُููุชَุฎَุทَُّู ุงَّููุงุณُ ู ِْู ุญَِِْูููู ْ ุฃََูุจِุงْูุจَุงุทِِู ُูุคْู َُِููู َูุจِِูุนْู َุฉِ ุงَِّููู َُْูููุฑَُูู
“Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah?” [Al-‘Ankabut: 67]
Maka hendaklah kita mengharap, bergantung dan memohon keamanan hanya kepada Allah ‘azza wa jalla.
๐ KEIMANAN ADALAH KUNCI UTAMA MERAIH NIKMAT KEAMANAN
Keamanan dan keimanan sangat berhubungan, apabila keimanan menguat maka nikmat keamanan akan semakin besar kita rasakan,
ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง ََููู ْ َْููุจِุณُูุง ุฅِูู َุงَُููู ْ ุจِุธُْูู ٍ ุฃَُููุฆَِู َُููู ُ ุงْูุฃَู ُْู َُููู ْ ู ُْูุชَุฏَُูู
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan hidayah.” [Al-An’am: 82]
Allah ta’ala juga berfirman,
َูู َْู ุขู ََู َูุฃَุตَْูุญَ ََููุง ุฎٌَْูู ุนََِْูููู ْ ََููุง ُูู ْ َูุญْุฒََُููู
“Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” [Al-An’am: 48]
Perhatikanlah juga firman Allah ta’ala,
َูุนَุฏَ ุงَُّููู ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง ู ُِْููู ْ َูุนَู ُِููุง ุงูุตَّุงِูุญَุงุชِ ََููุณْุชَุฎََُِّْููููู ْ ِูู ุงْูุฃَุฑْุถِ َูู َุง ุงุณْุชَุฎََْูู ุงَّูุฐَِูู ู ِْู َูุจِِْููู ْ ََُูููู َََِّّููู َُููู ْ ุฏَُِูููู ُ ุงَّูุฐِู ุงุฑْุชَุถَู َُููู ْ ََُูููุจَุฏََُِّّูููู ْ ู ِْู ุจَุนْุฏِ ุฎَِِْูููู ْ ุฃَู ًْูุง َูุนْุจُุฏَُِูููู َูุง ُูุดْุฑَُِููู ุจِู ุดَْูุฆًุง َูู َْู ََููุฑَ ุจَุนْุฏَ ุฐََِูู َูุฃَُููุฆَِู ُูู ُ ุงَْููุงุณَُِููู
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [An-Nur: 55]
Maka hendaklah saling menolong dan menasihati untuk beriman kepada Allah dan beramal shalih agar menggapai nikmat keamanan, sebagaimana firman Allah ta’ala,
َูุงْูุนَุตْุฑِ, ุฅَِّู ุงْูุฅِْูุณَุงَู َِููู ุฎُุณْุฑٍ, ุฅَِّูุง ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง َูุนَู ُِููุง ุงูุตَّุงِูุญَุงุชِ َูุชََูุงุตَْูุง ุจِุงْูุญَِّู َูุชََูุงุตَْูุง ุจِุงูุตَّุจْุฑِ
“Demi massa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” [Al-‘Ashr: 1-3]
๐ MENGAPA NIKMAT KEAMANAN NEGERI BISA HILANG?
Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan bahaya hilangnya keimanan dan ketakwaan, akan menghilangkan nikmat keamanan, sebagaimana firman-Nya,
َูุถَุฑَุจَ ุงَُّููู ู َุซًَูุง َูุฑَْูุฉً َูุงَูุชْ ุขู َِูุฉً ู ُุทْู َุฆَِّูุฉً َูุฃْุชَِููุง ุฑِุฒَُْููุง ุฑَุบَุฏًุง ู ِْู ُِّูู ู ََูุงٍู َََูููุฑَุชْ ุจِุฃَْูุนُู ِ ุงَِّููู َูุฃَุฐَุงََููุง ุงَُّููู ِูุจَุงุณَ ุงْูุฌُูุนِ َูุงْูุฎَِْูู ุจِู َุง َูุงُููุง َูุตَْูุนَُูู
"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat.” [An-Nahl: 112]
๐ APABILA DIUJI DENGAN TERJADINYA FITNAH ‘KEKACAUAN’
1. JANGAN IKUT MENGOBARKAN FITNAH
Sahabat yang Mulia Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata,
َูุง ุชَُُููููุง ุนُุฌًُูุง ู َุฐَุงِููุนَ ุจُุฐُุฑًุง، َูุฅِْู ู ِْู َูุฑَุงุฆُِูู ْ ุจََูุงุกً ู ُุจَุฑِّุญًุง ู ُู ِْูุญًุง، َูุฃُู ُูุฑًุง ู ُุชَู َุงุญَِูุฉً ุฑُุฏُุญًุง
“Janganlah kalian tergesa-gesa, yang suka menyiarkan kejelekan, yang menjadi sumber kekacauan, karena sesungguhnya akan datang ujian yang memberatkan lagi menyulitkan, dan munculnya perkara-perkara fitnah yang panjang lagi besar.” [Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrod: 327]
Maka beliau memperingatkan tiga perkara ketika muncul fitnah:
Pertama: Jangan tergesa-gesa.
Sahabat yang Mulia Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu juga berkata,
ุฅََِّููุง ุณَุชَُُููู ุฃُู ُูุฑٌ ู ُุดْุชَุจَِูุงุชٌ، َูุนََُْูููู ْ ุจِุงูุชُุคَุฏَุฉِ، َูุฅََِّูู ุฃَْู ุชََُููู ุชَุงุจِุนًุง ِูู ุงْูุฎَْูุฑِ، ุฎَْูุฑًุง ู ِْู ุฃَْู ุชََُููู ุฑَุฃْุณًุง ِูู ุงูุดَّุฑِّ
“Sesungguhnya akan muncul perkara-perkara yang samar, maka hendaklah kalian pelan-pelan jangan tergesa-gesa, karena sungguh engkau menjadi pengikut dalam kebaikan lebih baik daripada pemimpin dalam kejelekan.” [Al-Ibanah Al-Kubro: 176]
Kedua: Jangan jadi tukang sebar berita, karena itu akan membesarkan fitnah.
Ketiga: Jangan menjadi sumber dan bibit kekacauan.
2. MERUJUK KEPADA ULAMA BESAR AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH
Jangan terlibat dalam fitnah, baik dengan memberi masukan, pendapat atau tindakan, akan tetapi hendaklah merujuk kepada ulama dan serahkan urusan ini kepada para ulama. Allah ta’ala berfirman,
َูุฅِุฐَุง ุฌَุงุกَُูู ْ ุฃَู ْุฑٌ ู َِู ุงْูุฃَู ِْู ุฃَِู ุงْูุฎَِْูู ุฃَุฐَุงุนُูุง ุจِِู ََْููู ุฑَุฏُُّูู ุฅَِูู ุงูุฑَّุณُِูู َูุฅَِูู ุฃُِููู ุงْูุฃَู ْุฑِ ู ُِْููู ْ َูุนَِูู َُู ุงَّูุฐَِูู َูุณْุชَْูุจِุทَُُููู ู ُِْููู ْ َََْููููุง َูุถُْู ุงَِّููู ุนََُْูููู ْ َูุฑَุญْู َุชُُู َูุงุชَّุจَุนْุชُู ُ ุงูุดَّْูุทَุงَู ุฅَِّูุง ًَِููููุง
“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Andaikan mereka menyerahkan urusannya kepada Rasul dan Ulil Amri (pemegang urusan dari kalangan umaro dan ulama) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” [An-Nisa’: 83]
[FAIDAH TAMBAHAN]
Al-‘Allamah Al-Mufassir Abdur Rahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,
ูุฐุง ุชุฃุฏูุจ ู ู ุงููู ูุนุจุงุฏู ุนู ูุนููู ูุฐุง ุบูุฑ ุงููุงุฆู. ูุฃูู ููุจุบู ููู ุฅุฐุง ุฌุงุกูู ุฃู ุฑ ู ู ุงูุฃู ูุฑ ุงูู ูู ุฉ ูุงูู ุตุงูุญ ุงูุนุงู ุฉ ู ุง ูุชุนูู ุจุงูุฃู ู ูุณุฑูุฑ ุงูู ุคู ููู، ุฃู ุจุงูุฎูู ุงูุฐู ููู ู ุตูุจุฉ ุนูููู ุฃู ูุชุซุจุชูุง ููุง ูุณุชุนุฌููุง ุจุฅุดุงุนุฉ ุฐูู ุงูุฎุจุฑ، ุจู ูุฑุฏููู ุฅูู ุงูุฑุณูู ูุฅูู ุฃููู ุงูุฃู ุฑ ู ููู ، ุฃِูู ุงูุฑุฃู ูุงูุนูู ูุงููุตุญ ูุงูุนูู ูุงูุฑุฒุงูุฉ، ุงูุฐูู ูุนุฑููู ุงูุฃู ูุฑ ููุนุฑููู ุงูู ุตุงูุญ ูุถุฏูุง. ูุฅู ุฑุฃูุง ูู ุฅุฐุงุนุชู ู ุตูุญุฉ ููุดุงุทุง ููู ุคู ููู ูุณุฑูุฑุง ููู ูุชุญุฑุฒุง ู ู ุฃุนุฏุงุฆูู ูุนููุง ุฐูู. ูุฅู ุฑุฃูุง ุฃูู ููุณ ููู ู ุตูุญุฉ ุฃู ููู ู ุตูุญุฉ ูููู ู ุถุฑุชู ุชุฒูุฏ ุนูู ู ุตูุญุชู، ูู ูุฐูุนูู، ูููุฐุง ูุงู: { َูุนَِูู َُู ุงَّูุฐَِูู َูุณْุชَْูุจِุทَُُููู ู ُِْููู ْ } ุฃู: ูุณุชุฎุฑุฌููู ุจููุฑูู ูุขุฑุงุฆูู ุงูุณุฏูุฏุฉ ูุนููู ูู ุงูุฑุดูุฏุฉ.
“Ini adalah pengajaran adab dari Allah ta’ala bagi hamba-hamba-Nya atas perbuatan mereka (tergesa-gesa menyebarkan berita-berita dan mengambil sikap, pen) yang tidak layak. Padahal yang seharusnya mereka lakukan, apabila datang kepada mereka berita tentang urusan besar dan berhubungan dengan kemaslahatan umum, yaitu yang berkaitan dengan keamanan dan perkara yang menyenangkan kaum mukminin atau ketakutan yang di dalamnya terkandung musibah atas mereka, maka hendaklah mereka melakukan tatsabbut (memastikan beritanya) dan tidak tergesa-gesa menyiarkan berita tersebut.
Akan tetapi hendaklah mereka kembalikan urusan itu kepada Rasul dan Ulil amri (pemegang urusan dari kalangan umaro dan orang-orang berilmu) di antara mereka, yaitu orang-orang yang memiliki pandangan, memiliki ilmu, memiliki nasihat (yakni yang pantas menasihati dalam masalah umum, pen), memiliki akal dan memiliki ketenangan (tidak tergesa-gesa dalam memutuskan). Merekalah yang mengetahui kemaslahatan dan kemudaratan.
Maka jika mereka memandang dalam penyiaran berita tersebut terdapat kemaslahatan, kemajuan dan kegembiraan terhadap kaum muslimin dan penjagaan dari musuh-musuh mereka, baru kemudian boleh disebarkan. Namun jika mereka memandang dalam penyiarannya tidak mengandung maslahat sama sekali, atau terdapat maslahat akan tetapi kemudaratannya lebih besar, maka mereka tidak menyiarkan berita tersebut. Oleh karena itu Allah ta’ala mengatakan, “Tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri),” yakni, orang-orang yang mau mencari kebenaran dapat mengambilnya dari pemikiran dan pandangan mereka yang benar serta ilmu-ilmu mereka yang terbimbing.”
Beliau rahimahullah juga berkata,
ููู ูุฐุง ุฏููู ููุงุนุฏุฉ ุฃุฏุจูุฉ ููู ุฃูู ุฅุฐุง ุญุตู ุจุญุซ ูู ุฃู ุฑ ู ู ุงูุฃู ูุฑ ููุจุบู ุฃู َّูููู ู َْู ูู ุฃูู ูุฐูู ููุฌุนู ุฅูู ุฃููู، ููุง ูุชูุฏู ุจูู ุฃูุฏููู ، ูุฅูู ุฃูุฑุจ ุฅูู ุงูุตูุงุจ ูุฃุญุฑู ููุณูุงู ุฉ ู ู ุงูุฎุทุฃ. ูููู ุงูููู ุนู ุงูุนุฌูุฉ ูุงูุชุณุฑุน ููุดุฑ ุงูุฃู ูุฑ ู ู ุญูู ุณู ุงุนูุง، ูุงูุฃู ุฑ ุจุงูุชุฃู ู ูุจู ุงูููุงู ูุงููุธุฑ ููู، ูู ูู ู ุตูุญุฉ، ُْูููุฏِู ุนููู ุงูุฅูุณุงู؟ ุฃู ูุงููุญุฌู ุนูู؟
Dan dalam ayat ini terdapat dalil bagi kaidah adab, yaitu apabila terjadi pembahasan suatu permasalahan maka hendaklah diserahkan kepada ahlinya. Hendaklah diserahkan kepada orang yang berhak membahasnya, dan janganlah (orang yang jahil atau tidak mengerti urusan, pen) mendahului mereka, karena sikap seperti ini lebih dekat kepada kebenaran dan lebih dapat menyelamatkan dari kesalahan.
Dalam ayat ini juga terdapat larangan tergesa-gesa dan terburu-buru untuk menyebarkan suatu berita setelah mendengarkan berita tersebut. Dan (dalam ayat ini) terdapat perintah untuk meneliti dan mempelajari dengan baik sebelum berbicara; apakah pembicaraannya itu adalah kemaslahatan sehingga boleh dia lakukan? Ataukah mengandung kemudaratan sehingga patut dijauhi?”
[Taysirul Kariimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan, hal, 184, Maktabah Al-Ma’arif Riyadh]
3. MENINGKATKAN IBADAH
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ุงْูุนِุจَุงุฏَุฉُ ِูู ุงَْููุฑْุฌِ َِููุฌْุฑَุฉٍ ุฅََِّูู
“Beribadah di masa fitnah seperti berhijrah kepadaku.” [HR. Muslim dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu’anhu]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
ุณُุจْุญَุงَู ุงَِّููู ู َุงุฐَุง ุฃُْูุฒَِู ุงََّْููููุฉَ ู َِู ุงِููุชَْูุฉِ، ู َุงุฐَุง ุฃُْูุฒَِู ู َِู ุงูุฎَุฒَุงุฆِِู، ู َْู ُِูููุธُ ุตََูุงุญِุจَ ุงูุญُุฌُุฑَุงุชِ؟ َูุง ุฑُุจَّ َูุงุณَِูุฉٍ ِูู ุงูุฏَُّْููุง ุนَุงุฑَِูุฉٍ ِูู ุงูุขุฎِุฑَุฉِ
“Subhaanallah, fitnah apakah yang turun semalam, perbendaharaan apakah yang telah turun, siapakah yang mau membangunkan istri-istriku untuk beribadah? Bisa jadi orang yang berpakaian di dunia, telanjang di akhirat.” [HR. Al-Bukhari dari Ummu Salamah radhiyallahu’anha]
4. BANYAK BERDOA TERUTAMA DI SEPERTIGA MALAM YANG TERAKHIR
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
َْููุฒُِู ุฑَุจَُّูุง ุชَุจَุงุฑََู َูุชَุนَุงَูู َُّูู ََْูููุฉٍ ุฅَِูู ุงูุณَّู َุงุกِ ุงูุฏَُّْููุง ุญَِูู َูุจَْูู ุซُُูุซُ ุงَِّْูููู ุงูุขุฎِุฑُ ََُُููููู ู َْู َูุฏْุนُِููู َูุฃَุณْุชَุฌِูุจَ َُูู َูู َْู َูุณْุฃَُِููู َูุฃُุนْุทَُِูู َูู َْู َูุณْุชَุบِْูุฑُِูู َูุฃَุบِْูุฑَ َُูู
“Rabb kita tabaaraka wa ta’ala turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir seraya berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku jawab do’anya, siapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku kabulkan permintaannya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku maka akan Aku ampuni dia.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
✒ (Insya Allah bersambung di sini...)
✍ Ringkasan Tabligh Akbar PILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARA di Masjid Istiqlal, Jakarta Indonesia, 29 Jumadil Awwal 1438 / 26 Feb 2017.
๐ป Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/754675854681899:0
✍ Ringkasan Tabligh Akbar Sebelumnya: "Mencintai Wali-wali Allah" di Masjid Istiqlal, Jakarta Indonesia, 25 Jumadal Akhirah 1437 / 3 April 2016.
๐ป Link: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/592089984273821:0
✍ Peringkas: Sofyan Chalid bin Idham Ruray -ghafarallaahu lahu wa 'afaa 'anhu (semoga Allah mengampuni dan memaafkannya)-.
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
๐ฎ Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
๐ฒ Gabung Group WA: 08111377787
๐ Fb: www.fb.com/taawundakwah
๐ Web: www.taawundakwah.com
๐ฑ Android: http://bit.ly/1FDlcQo
๐ฌ Youtube: Ta’awun Dakwah
๐ Hastag: #Petuah_Ulama
[26/2 19.23] Muhammad Al Fatih: *ุจุณู ุงููู ุงูุฑุญู ู ุงูุฑุญูู *
Punya ๐ฒ lihat orang naik ๐ต, enaknya cepet sampai tujuan
Punya ๐ต lihat orang naik ๐, enaknya ndak kepanasan dan kehujanan
Punya ๐ lihat pesawat ๐, kpn aku punya seperti itu
Lihat, lihat dan lihat
๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ
ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ ، ุนَْู ุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ، َูุงَู : " ุฅِุฐَุง َูุธَุฑَ ุฃَุญَุฏُُูู ْ ุฅَِูู ู َْู ُูุถَِّู ุนََِْููู ِูู ุงْูู َุงِู َูุงْูุฎَِْูู ، ََْْููููุธُุฑْ ุฅَِูู ู َْู َُูู ุฃَุณََْูู ู ُِْูู
Apabila seorang dr kalian melihat orang lain yg dilebihkan dalam hal harta dan keperawakan, hendaklah dia melihat orang yg ada dibawahnya
*Lihat kebawah biar syukur atas nikmat Allah*
Wallahu a'lam
Telaah:
Shahih Bukhari
Cari pembimbing belajar bahasa Arab/les/private
Cal: 089608874817 (WA & SMS)
Diplomasi Tingkat Tinggi Raja Salman
USLUP: (ILMU TINGKAT TINGGI)
Tidak Harus Melawan untuk Melawan
DIPLOMASI TINGKAT TINGGI RAJA SALMAN
Seluruh dunia tahu bagaimana agresifnya Cina memangsa negara-negara lemah yang butuh pembangunan. Anggola dan beberapa negara Afrika adalah buktinya.
Rezim ini yang lapar uang, juga dengan cepat hendak ditelan Cina. Apalagi rezim ini secara genetik sebenarnya anti Islam atau setidaknya meremehkan umat Islam. Garis politiknya sosialis sekuler mengikuti gaya Cina.
Akibat cengkeraman Cina melalui kaki tangan mereka di Indonesia, secara cepat pemerintah berbenturan dengan umat Islam.
Sadar bahwa kondisi umat Islam di Indonesia terancam dan negara RI akan ditelan oleh Cina, Raja Salman yang memiliki mata dan telinga di Indonesia beraksi untuk menghentikan kegilaan rezim ini.
Jika tidak, masa depan RI sebagai rumah umat Islam Indonesia akan ditelan Cina dan kaki tanganya yang sangat rakus dan tidak ada rasa malu.
Karena rezim ini selalu beralibi tentang kecondongannya ke Cina dan kaki tangan Cina dalam negeri disebabkan perlunya uang yang banyak, maka alibi ini dimanfaatkan langsung oleh Raja Salman untuk menampar rezim ini. Raja Salman pun langsung membawa uang jauh melampaui uang janji yang diberikan oleh Cina.
Raja Salman benar-benar ingin menunjukkan superioritas Arab di hadapan Cina soal uang yang dilapari oleh rezim ini.
Selain membawa Rp334 triliun dan rombongan super jumbo sebanyak 1500 orang sekali pukul kunjungan, lawatan spesial ini juga mengirimkan pesan bahwa rezim yang lapar wisatawan, dijawab langsung oleh Raja Salman.
Cina yang datang hanya sebagai buruh dan pengincar bisnis, oleh Raja Salman langsung cash dengan kunjungan high profile berimbas income RI yang besar.
Dan Bali yang ekslusif yang merupakan basis sosial rezim ini, sengaja dijadikan sasaran wisata, agar Bali dan rezim mengerti betapa tidak apa-apanya wisatawan Cina dan betapa gilanya para pangeran dan orang-orang kaya Arab menghamburkan uangnya.
Sekarang akan terpampang sendiri mana di antara elemen rezim ini yang benar-benar jujur lapar uang investasi dan mana elemen munafik yang hanya beralibi dan berkedok lapar uang padahal sebenarnya memang antek Cina dan kongsi rezim.
Itulah sebabnya, Raja Salman langsung mengganjar polisi dengan hadiah-hadiah melimpah, supaya mereka sadar pada posisinya kembali sebagai pengabdi negara, bukan pengabdi rezim. Polisi bagaimana pun dikenal pragmatis saja mengikuti rezim.
Yang paling serba-salah adalah penguasa dan beberapa elit penyokong rezim. Mau menyambut besar-besaran dan meriah Raja Arab, malu dilihat akan menelan ludah sendiri disebabkan sebelumnya keceplosan mengucapkan kata yang tidak pantas tentang Arab. Tidak disambut dengan penuh pelayanan, apa kata dunia.
Kok tuan rumah yang harusnya tahu adab terhadap tamu negara, apalagi bawa keuntungan besar melebihi panutan mereka, negara Cina, kok kelihatannya tidak tahu adat....?
Rasa serba salah inilah yang ditimpakan Raja Arab ke otak rezim. Dengan cara diplomasi super elegan dan high profile ini, layulah kesombongan Cina dan kaki tanganya di Indonesia yang memang hanya tahu menekan psikologis dengan kekuatan uang.
Kali ini konglomerat-konglomerat taipan semacam James Riady cs. tak ada nilainya secara material berhadapan dengan Raja Arab. Bawa 1500 orang lengkap dengan kendaraan-kendaraan super mewahnya.
Tidak hanya itu, Raja Arab juga pamer kemegahan dan kekuatan uangnya dengan menerbangkan 6 pesawat seperjumbo sekaligus.
Raja Arab ini tahu kepada siapa dia mengirimkan move kekuatan uangnya. Kepada siapa lagi kalau bukan kepada Cina dan kaki-tanganya di dalam negeri yang menyaru jadi politisi maupun konglomerat.
Masalahnya, apakah umat Islam sudah berinsiatif menyiapkan penyambutan besar-besaran kepada Raja Salman...?
Umat Islam harus cepat mengerti. Raja Salman yang jauh di Timur Tengah saja resah dengan keadaan rumah besar umat Islam 200 juta ini yang digeser ke Cina, apalagi yang berada di Indonesia.
Kalau perkiraan kita, rezim ini akan tak peduli dengan teguran moral dari Raja Arab ini. Karena rezim ini punya genetik tidak nyaman terhadap umat Islam, kendatipun isinya banyak yang Muslim.
Tapi Raja Salman sudah mengunci mereka dengan paket investasi yang menjamin berlangsungnya kepentingan Arab di Indonesia yang bisa digunakan setiap saat untuk mengirimkan pesan kepada rezim apa pun nanti yang silih berganti di negeri ini.
Tidak Harus Melawan untuk Melawan
DIPLOMASI TINGKAT TINGGI RAJA SALMAN
Seluruh dunia tahu bagaimana agresifnya Cina memangsa negara-negara lemah yang butuh pembangunan. Anggola dan beberapa negara Afrika adalah buktinya.
Rezim ini yang lapar uang, juga dengan cepat hendak ditelan Cina. Apalagi rezim ini secara genetik sebenarnya anti Islam atau setidaknya meremehkan umat Islam. Garis politiknya sosialis sekuler mengikuti gaya Cina.
Akibat cengkeraman Cina melalui kaki tangan mereka di Indonesia, secara cepat pemerintah berbenturan dengan umat Islam.
Sadar bahwa kondisi umat Islam di Indonesia terancam dan negara RI akan ditelan oleh Cina, Raja Salman yang memiliki mata dan telinga di Indonesia beraksi untuk menghentikan kegilaan rezim ini.
Jika tidak, masa depan RI sebagai rumah umat Islam Indonesia akan ditelan Cina dan kaki tanganya yang sangat rakus dan tidak ada rasa malu.
Karena rezim ini selalu beralibi tentang kecondongannya ke Cina dan kaki tangan Cina dalam negeri disebabkan perlunya uang yang banyak, maka alibi ini dimanfaatkan langsung oleh Raja Salman untuk menampar rezim ini. Raja Salman pun langsung membawa uang jauh melampaui uang janji yang diberikan oleh Cina.
Raja Salman benar-benar ingin menunjukkan superioritas Arab di hadapan Cina soal uang yang dilapari oleh rezim ini.
Selain membawa Rp334 triliun dan rombongan super jumbo sebanyak 1500 orang sekali pukul kunjungan, lawatan spesial ini juga mengirimkan pesan bahwa rezim yang lapar wisatawan, dijawab langsung oleh Raja Salman.
Cina yang datang hanya sebagai buruh dan pengincar bisnis, oleh Raja Salman langsung cash dengan kunjungan high profile berimbas income RI yang besar.
Dan Bali yang ekslusif yang merupakan basis sosial rezim ini, sengaja dijadikan sasaran wisata, agar Bali dan rezim mengerti betapa tidak apa-apanya wisatawan Cina dan betapa gilanya para pangeran dan orang-orang kaya Arab menghamburkan uangnya.
Sekarang akan terpampang sendiri mana di antara elemen rezim ini yang benar-benar jujur lapar uang investasi dan mana elemen munafik yang hanya beralibi dan berkedok lapar uang padahal sebenarnya memang antek Cina dan kongsi rezim.
Itulah sebabnya, Raja Salman langsung mengganjar polisi dengan hadiah-hadiah melimpah, supaya mereka sadar pada posisinya kembali sebagai pengabdi negara, bukan pengabdi rezim. Polisi bagaimana pun dikenal pragmatis saja mengikuti rezim.
Yang paling serba-salah adalah penguasa dan beberapa elit penyokong rezim. Mau menyambut besar-besaran dan meriah Raja Arab, malu dilihat akan menelan ludah sendiri disebabkan sebelumnya keceplosan mengucapkan kata yang tidak pantas tentang Arab. Tidak disambut dengan penuh pelayanan, apa kata dunia.
Kok tuan rumah yang harusnya tahu adab terhadap tamu negara, apalagi bawa keuntungan besar melebihi panutan mereka, negara Cina, kok kelihatannya tidak tahu adat....?
Rasa serba salah inilah yang ditimpakan Raja Arab ke otak rezim. Dengan cara diplomasi super elegan dan high profile ini, layulah kesombongan Cina dan kaki tanganya di Indonesia yang memang hanya tahu menekan psikologis dengan kekuatan uang.
Kali ini konglomerat-konglomerat taipan semacam James Riady cs. tak ada nilainya secara material berhadapan dengan Raja Arab. Bawa 1500 orang lengkap dengan kendaraan-kendaraan super mewahnya.
Tidak hanya itu, Raja Arab juga pamer kemegahan dan kekuatan uangnya dengan menerbangkan 6 pesawat seperjumbo sekaligus.
Raja Arab ini tahu kepada siapa dia mengirimkan move kekuatan uangnya. Kepada siapa lagi kalau bukan kepada Cina dan kaki-tanganya di dalam negeri yang menyaru jadi politisi maupun konglomerat.
Masalahnya, apakah umat Islam sudah berinsiatif menyiapkan penyambutan besar-besaran kepada Raja Salman...?
Umat Islam harus cepat mengerti. Raja Salman yang jauh di Timur Tengah saja resah dengan keadaan rumah besar umat Islam 200 juta ini yang digeser ke Cina, apalagi yang berada di Indonesia.
Kalau perkiraan kita, rezim ini akan tak peduli dengan teguran moral dari Raja Arab ini. Karena rezim ini punya genetik tidak nyaman terhadap umat Islam, kendatipun isinya banyak yang Muslim.
Tapi Raja Salman sudah mengunci mereka dengan paket investasi yang menjamin berlangsungnya kepentingan Arab di Indonesia yang bisa digunakan setiap saat untuk mengirimkan pesan kepada rezim apa pun nanti yang silih berganti di negeri ini.
Selasa, 28 Februari 2017
Jangan Takut Diminta
Renungan pagi.
*JANGAN TAKUT DIMINTA*
`Seorang motivator diundang ke sebuah perusahaan.`
Pas melewati pintu gerbang ia melihat tulisan,
*"Tidak Menerima Permintaan Sumbangan Dari Pihak Manapun."*
Lantas motivator tsbt berkomentar kepada pemilik perusahaan:
"Ganti Pak tulisan ini...!!"
"Ganti dengan apa..?"
*"Siapapun yang butuh sumbangan, silakan datang kemari..!!"*
Tentu saja komentar itu disambut dengan tawa.
```"Nanti pada datang dong minta sumbangan?"```
*"Biarkan saja... Itu kan tandanya banyak rezeki. Semakin banyak yang datang, maka semakin banyak rezeki."*
Lagian, tidak mungkin Allah mempertemukan orang yang susah dengan kita, kalau kita tidak bisa membantu.
```Jadi kalau didatangi orang yang susah,
itu tandanya Allah sudah mempersiap kan kita untuk bisa membantu...!!!"```
๐ฐ๐ฐ๐ฐ
Banyak orang takut didatangi orang susah, karena logika berpikirnya, mereka yang butuh & bakal merepotkan.
Padahal sebenarnya
*KITA YANG BUTUH MEREKA*
Suatu hari Rasulullah saw memberitahu kepada para sahabatnya, bahwa orang² miskin nanti akan memiliki kekuasaan.
Sahabat bertanya:
"Kekuasaan apa ya Rasulullah..?"
Rasulullah saw menjawab:
*"Di hari kiamat nanti akan dikatakan kepada mereka, tariklah mereka yang pernah memberimu makan walau sesuap, minum walau seteguk, pakaian walau selembar.Peganglah tangannya dan tuntunlah ke surga..."*
Masyaa Allah..!!!
*Semoga kita semua tergolong insan mukmin yang gemar dan mudah menolong.*
```Tebarkanlah kebaikan ini niscaya kebaikan akan kembali padamu.```
Robbana Taqobbal Minna.
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami).
Aamiin....!!!
*THE POWER OF GIVING.*
๏บป๏บ๏บ๏บก ๏บ๏ป๏บจ๏ปด๏บฎ๐๐
*JANGAN TAKUT DIMINTA*
`Seorang motivator diundang ke sebuah perusahaan.`
Pas melewati pintu gerbang ia melihat tulisan,
*"Tidak Menerima Permintaan Sumbangan Dari Pihak Manapun."*
Lantas motivator tsbt berkomentar kepada pemilik perusahaan:
"Ganti Pak tulisan ini...!!"
"Ganti dengan apa..?"
*"Siapapun yang butuh sumbangan, silakan datang kemari..!!"*
Tentu saja komentar itu disambut dengan tawa.
```"Nanti pada datang dong minta sumbangan?"```
*"Biarkan saja... Itu kan tandanya banyak rezeki. Semakin banyak yang datang, maka semakin banyak rezeki."*
Lagian, tidak mungkin Allah mempertemukan orang yang susah dengan kita, kalau kita tidak bisa membantu.
```Jadi kalau didatangi orang yang susah,
itu tandanya Allah sudah mempersiap kan kita untuk bisa membantu...!!!"```
๐ฐ๐ฐ๐ฐ
Banyak orang takut didatangi orang susah, karena logika berpikirnya, mereka yang butuh & bakal merepotkan.
Padahal sebenarnya
*KITA YANG BUTUH MEREKA*
Suatu hari Rasulullah saw memberitahu kepada para sahabatnya, bahwa orang² miskin nanti akan memiliki kekuasaan.
Sahabat bertanya:
"Kekuasaan apa ya Rasulullah..?"
Rasulullah saw menjawab:
*"Di hari kiamat nanti akan dikatakan kepada mereka, tariklah mereka yang pernah memberimu makan walau sesuap, minum walau seteguk, pakaian walau selembar.Peganglah tangannya dan tuntunlah ke surga..."*
Masyaa Allah..!!!
*Semoga kita semua tergolong insan mukmin yang gemar dan mudah menolong.*
```Tebarkanlah kebaikan ini niscaya kebaikan akan kembali padamu.```
Robbana Taqobbal Minna.
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami).
Aamiin....!!!
*THE POWER OF GIVING.*
๏บป๏บ๏บ๏บก ๏บ๏ป๏บจ๏ปด๏บฎ๐๐
Senin, 27 Februari 2017
Fasal Al Baqarah Turun di Madinah
_Serial Tafsir Al-Qur'anul Karim_
::: *Fasal Al-Baqarah Turun di Madinah* :::
ูุตู-[ุงูุจูุฑุฉ ูุฒูุช ุจุงูู ุฏููุฉ]
Surat Al-Baqarah secara keseluruhan adalah Madaniyah tanpa ada yang memperselisihkannya. Surat Al-Baqarah merupakan surat yang mula-mula diturunkan di Madinah. Akan tetapi, firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang terdapat di dalamnya, yaitu:
Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu sekalian dikembalikan kepada Allah. (Al-Baqarah: 281)
Menurut suatu pendapat, ayat ini merupakan ayat Al-Qur'an yang paling akhir diturunkan. Tetapi dapat pula dihipotesiskan bahwa ayat ini memang salah satu di antara ayat-ayat yang paling akhir diturunkan dari Al-Qur'an, sebagaimana pula ayat-ayat yang menerangkan tentang riba.
Khalid ibnu Ma'dan mengatakan, "Surat Al-Baqarah adalah fustat (perhiasan) Al-Qur'an." Sebagian ulama mengatakan bahwa surat Al-Baqarah mengandung seribu kalimat berita, seribu kalimat perintah, dan seribu kalimat larangan. Sedangkan menurut orang-orang yang menghitungnya. di dalamnya terdapat 287 ayat, 6.221 kalimat, dan hurufnya berjumlah 25.500."
Ibnu Juraij meriwayatkan dari Ata dari Ibnu Abbas, bahwa surat Al-Baqarah diturunkan di Madinah. Khasif mengatakan dari Mujahid. dari Abdullah ibnuz Zubair yang mengatakan bahwa surat Al-Baqarah diturunkan di Madinah. Al-Waqidi mengatakan, telah menceritakan kepadaku Dahhak ibnu Usman, dari Abuz Zanad, dari Kharijah ibnu Zaid ibnu Sabit, dari ayahnya yang mengatakan bahwa surat Al-Baqarah diturunkan di Madinah. Demikianlah hal yang dikatakan bukan hanya oleh seorang ulama saja, semuanya dari kalangan para imam dan para ulama ahli tafsir; tiada perselisihan di kalangan mereka.
َูุงَู ุงุจُْู ู َุฑْุฏُููู: ุญَุฏَّุซََูุง ู ُุญَู َّุฏُ ุจُْู ู َุนْู َุฑ، ุญَุฏَّุซََูุง ุงْูุญَุณَُู ุจُْู ุนَِِّูู ุจِْู ุงَِْููููุฏِ [ุงَْููุงุฑِุณُِّู] ุญَุฏَّุซََูุง ุฎََُูู ุจُْู ِูุดَุงู ٍ، ุญَุฏَّุซََูุง ุนُุจูุณ ุจُْู ู َْูู ٍُูู، ุนَْู ู ُูุณَู ุจِْู ุฃََูุณِ ุจِْู ู َุงٍِูู، ุนَْู ุฃَุจِِูู، َูุงَู: َูุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ: " َูุง ุชَُُููููุง: ุณُูุฑَุฉُ ุงْูุจََูุฑَุฉِ، ََููุง ุณُูุฑَุฉُ ุขِู ุนِู ْุฑَุงَู، ََููุง ุณُูุฑَุฉُ ุงِّููุณَุงุกِ، ََููุฐَุง ุงُْููุฑْุขُู ُُُّููู، ََِْูููู ُُููููุง: ุงูุณُّูุฑَุฉُ ุงَّูุชِู ُูุฐَْูุฑُ َِูููุง ุงْูุจََูุฑَุฉُ، َูุงَّูุชِู ُูุฐَْูุฑُ َِูููุง ุขُู ุนِู ْุฑَุงَู، ََููุฐَุง ุงُْููุฑْุขُู ُُُّููู "
Ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ma'mar, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Ali ibnul Walid Al-Farisi, telah menceritakan kepada kami Khalaf ibnu Hisyam, telah menceritakan kepada kami Isa ibnu Maimun, dari Musa ibnu Anas ibnu Malik, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda:
Jangan kalian katakan surat Al-Baqarah, jangan surat Ali Imran, jangan pula surat An-Nisa dengan sebutan demikian terhadap Al-Qur'an seluruhnya, melainkan katakanlah oleh kalian surat yang di dalamnya disebutkan kisah sapi betina (Al-Baqarah) dan surat yang di dalamnya disebutkan kisah keluarga Imran (Ali Imran), demikianlah seterusnya terhadap Al-Qur'an seluruhnya.
Hadis ini berpredikat garib, predikat marfu'-nya tidak sahih. Sedangkan Isa ibnu Maimun yang disebutkan di atas, nama julukannya adalah Abu Salamah Al-Khawwas; dia orangnya dhaif dalam hal periwayatan. haditsnya pun tidak dapat dipakai untuk hujjah.
Telah diriwayatkan di dalam kitab Sahihain melalui Ibnu Mas'ud,
ุฃََُّูู ุฑَู َู ุงْูุฌَู ْุฑَุฉَ ู ِْู ุจَุทِْู ุงَْููุงุฏِู، َูุฌَุนََู ุงْูุจَْูุชَ ุนَْู َูุณَุงุฑِِู، َูู َِูู ุนَْู َูู ِِِููู، ุซُู َّ َูุงَู: َูุฐَุง ู ََูุงู ُ ุงَّูุฐِู ุฃُْูุฒَِูุชْ ุนََِْููู ุณُูุฑَุฉُ ุงْูุจََูุฑَุฉِ
bahwa Ibnu Mas'ud pernah melempar jumrah dari perut lembah, dengan mengambil posisi Ka'bah berada di sebelah kirinya dan Mina di sebelah kanannya, kemudian dia mengatakan, "Ini adalah tempat diturunkan surat Al-Baqarah."
Imam Bukhari dan Imam Muslim sendirilah yang mengetengahkan hadits ini.
Ibnu Murdawaih meriwayatkan melalui hadits Syu'bah, dari Uqail ibnu Talhah, dari Utbah ibnu Marsad yang mengatakan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam melihat sahabat-sahabatnya mundur, maka beliau berseru, "Hai para pemilik surat Al-Baqarah, (majulah)!"
Menurut kami, peristiwa tersebut terjadi dalam Perang Hunain, yaitu di saat pasukan kaum muslim terpukul mundur; maka beliau Shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kepada Al-Abbas untuk menyeru mereka dengan seruan ini, yaitu:
"Hai para pemilik baiat Syajarah!", yakni ahli baiat Ridwan. Menurut riwayat yang lain disebutkan, "Hai para pemilik surat Al-Baqarah!" Tujuannya ialah untuk menyemangatkan mereka dengan seruan tersebut; ternyata sesudah seruan itu mereka maju kembali dari segala penjuru.
Hal yang sama dilakukan pula dalam Perang Yamamah ketika menghadapi para pengikut Musailamah Al-Kazzab. Saat itu para sahabat terpukul mundur karena banyaknya pasukan Bani Hanifah (pasukan musailamah). Lalu kaum Muhajir dan kaum Ansar menyerukan seruan, 'Hai para pemilik surat Al-Baqarah," hingga Allah memberi kemenangan kepada pasukan-pasukan sahabat-sahabat Rasulullah Shalallahu' alaihi wasallam.
Allahu A'lam
Maraji' : Tafsir Ibnu Katsir
Ust. Miftahuddin
Pembina Karimah (Komunitas Rindu Menikah) & KIPRAH (Kuliah Pra Nikah) Online
Distributed :
Group WA Karimah
(Komunitas Rindu Menikah)
Bersama, memperbaiki diri meraih ridha-Nya
Info : WA 087839494333
*Silahkan dishare... *
::: *Fasal Al-Baqarah Turun di Madinah* :::
ูุตู-[ุงูุจูุฑุฉ ูุฒูุช ุจุงูู ุฏููุฉ]
Surat Al-Baqarah secara keseluruhan adalah Madaniyah tanpa ada yang memperselisihkannya. Surat Al-Baqarah merupakan surat yang mula-mula diturunkan di Madinah. Akan tetapi, firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang terdapat di dalamnya, yaitu:
Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu sekalian dikembalikan kepada Allah. (Al-Baqarah: 281)
Menurut suatu pendapat, ayat ini merupakan ayat Al-Qur'an yang paling akhir diturunkan. Tetapi dapat pula dihipotesiskan bahwa ayat ini memang salah satu di antara ayat-ayat yang paling akhir diturunkan dari Al-Qur'an, sebagaimana pula ayat-ayat yang menerangkan tentang riba.
Khalid ibnu Ma'dan mengatakan, "Surat Al-Baqarah adalah fustat (perhiasan) Al-Qur'an." Sebagian ulama mengatakan bahwa surat Al-Baqarah mengandung seribu kalimat berita, seribu kalimat perintah, dan seribu kalimat larangan. Sedangkan menurut orang-orang yang menghitungnya. di dalamnya terdapat 287 ayat, 6.221 kalimat, dan hurufnya berjumlah 25.500."
Ibnu Juraij meriwayatkan dari Ata dari Ibnu Abbas, bahwa surat Al-Baqarah diturunkan di Madinah. Khasif mengatakan dari Mujahid. dari Abdullah ibnuz Zubair yang mengatakan bahwa surat Al-Baqarah diturunkan di Madinah. Al-Waqidi mengatakan, telah menceritakan kepadaku Dahhak ibnu Usman, dari Abuz Zanad, dari Kharijah ibnu Zaid ibnu Sabit, dari ayahnya yang mengatakan bahwa surat Al-Baqarah diturunkan di Madinah. Demikianlah hal yang dikatakan bukan hanya oleh seorang ulama saja, semuanya dari kalangan para imam dan para ulama ahli tafsir; tiada perselisihan di kalangan mereka.
َูุงَู ุงุจُْู ู َุฑْุฏُููู: ุญَุฏَّุซََูุง ู ُุญَู َّุฏُ ุจُْู ู َุนْู َุฑ، ุญَุฏَّุซََูุง ุงْูุญَุณَُู ุจُْู ุนَِِّูู ุจِْู ุงَِْููููุฏِ [ุงَْููุงุฑِุณُِّู] ุญَุฏَّุซََูุง ุฎََُูู ุจُْู ِูุดَุงู ٍ، ุญَุฏَّุซََูุง ุนُุจูุณ ุจُْู ู َْูู ٍُูู، ุนَْู ู ُูุณَู ุจِْู ุฃََูุณِ ุจِْู ู َุงٍِูู، ุนَْู ุฃَุจِِูู، َูุงَู: َูุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ: " َูุง ุชَُُููููุง: ุณُูุฑَุฉُ ุงْูุจََูุฑَุฉِ، ََููุง ุณُูุฑَุฉُ ุขِู ุนِู ْุฑَุงَู، ََููุง ุณُูุฑَุฉُ ุงِّููุณَุงุกِ، ََููุฐَุง ุงُْููุฑْุขُู ُُُّููู، ََِْูููู ُُููููุง: ุงูุณُّูุฑَุฉُ ุงَّูุชِู ُูุฐَْูุฑُ َِูููุง ุงْูุจََูุฑَุฉُ، َูุงَّูุชِู ُูุฐَْูุฑُ َِูููุง ุขُู ุนِู ْุฑَุงَู، ََููุฐَุง ุงُْููุฑْุขُู ُُُّููู "
Ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ma'mar, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Ali ibnul Walid Al-Farisi, telah menceritakan kepada kami Khalaf ibnu Hisyam, telah menceritakan kepada kami Isa ibnu Maimun, dari Musa ibnu Anas ibnu Malik, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda:
Jangan kalian katakan surat Al-Baqarah, jangan surat Ali Imran, jangan pula surat An-Nisa dengan sebutan demikian terhadap Al-Qur'an seluruhnya, melainkan katakanlah oleh kalian surat yang di dalamnya disebutkan kisah sapi betina (Al-Baqarah) dan surat yang di dalamnya disebutkan kisah keluarga Imran (Ali Imran), demikianlah seterusnya terhadap Al-Qur'an seluruhnya.
Hadis ini berpredikat garib, predikat marfu'-nya tidak sahih. Sedangkan Isa ibnu Maimun yang disebutkan di atas, nama julukannya adalah Abu Salamah Al-Khawwas; dia orangnya dhaif dalam hal periwayatan. haditsnya pun tidak dapat dipakai untuk hujjah.
Telah diriwayatkan di dalam kitab Sahihain melalui Ibnu Mas'ud,
ุฃََُّูู ุฑَู َู ุงْูุฌَู ْุฑَุฉَ ู ِْู ุจَุทِْู ุงَْููุงุฏِู، َูุฌَุนََู ุงْูุจَْูุชَ ุนَْู َูุณَุงุฑِِู، َูู َِูู ุนَْู َูู ِِِููู، ุซُู َّ َูุงَู: َูุฐَุง ู ََูุงู ُ ุงَّูุฐِู ุฃُْูุฒَِูุชْ ุนََِْููู ุณُูุฑَุฉُ ุงْูุจََูุฑَุฉِ
bahwa Ibnu Mas'ud pernah melempar jumrah dari perut lembah, dengan mengambil posisi Ka'bah berada di sebelah kirinya dan Mina di sebelah kanannya, kemudian dia mengatakan, "Ini adalah tempat diturunkan surat Al-Baqarah."
Imam Bukhari dan Imam Muslim sendirilah yang mengetengahkan hadits ini.
Ibnu Murdawaih meriwayatkan melalui hadits Syu'bah, dari Uqail ibnu Talhah, dari Utbah ibnu Marsad yang mengatakan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam melihat sahabat-sahabatnya mundur, maka beliau berseru, "Hai para pemilik surat Al-Baqarah, (majulah)!"
Menurut kami, peristiwa tersebut terjadi dalam Perang Hunain, yaitu di saat pasukan kaum muslim terpukul mundur; maka beliau Shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kepada Al-Abbas untuk menyeru mereka dengan seruan ini, yaitu:
"Hai para pemilik baiat Syajarah!", yakni ahli baiat Ridwan. Menurut riwayat yang lain disebutkan, "Hai para pemilik surat Al-Baqarah!" Tujuannya ialah untuk menyemangatkan mereka dengan seruan tersebut; ternyata sesudah seruan itu mereka maju kembali dari segala penjuru.
Hal yang sama dilakukan pula dalam Perang Yamamah ketika menghadapi para pengikut Musailamah Al-Kazzab. Saat itu para sahabat terpukul mundur karena banyaknya pasukan Bani Hanifah (pasukan musailamah). Lalu kaum Muhajir dan kaum Ansar menyerukan seruan, 'Hai para pemilik surat Al-Baqarah," hingga Allah memberi kemenangan kepada pasukan-pasukan sahabat-sahabat Rasulullah Shalallahu' alaihi wasallam.
Allahu A'lam
Maraji' : Tafsir Ibnu Katsir
Ust. Miftahuddin
Pembina Karimah (Komunitas Rindu Menikah) & KIPRAH (Kuliah Pra Nikah) Online
Distributed :
Group WA Karimah
(Komunitas Rindu Menikah)
Bersama, memperbaiki diri meraih ridha-Nya
Info : WA 087839494333
*Silahkan dishare... *
Langganan:
Postingan (Atom)